Mencapai keseimbangan kehidupan kerja yang sehat adalah tantangan yang sulit bahkan di saat-saat terbaik, tetapi itu lebih menakutkan dan diperlukan selama masa stagnasi dan ketidakpastian ekonomi.

 

Terlebih, perangkat elektronik portabel saat ini telah menghapus batas antara pekerjaan dan rumah. Lewatlah sudah hari-hari ketika meninggalkan kantor atau toko berarti meninggalkan pekerjaan kita. Saat ini karyawan tersedia untuk supervisor, rekan kerja, dan pelanggan mereka sepanjang waktu.

 

Penggabungan beban kerja yang meningkat dengan teknologi yang membuat kita terus terhubung dengan pekerjaan kita menemukan semakin banyak pekerja yang merasa kewalahan, putus asa, dan kehabisan tenaga.

 

Saat ini work life balance menduduki peringkat sebagai salah satu atribut tempat kerja yang paling penting — kedua setelah kompensasi, dan pekerja yang merasa memiliki keseimbangan kehidupan kerja yang lebih baik cenderung bekerja 21% lebih keras daripada karyawan yang merasa terlalu banyak bekerja. (1)

 

Langkah-langkah menuju work-life balance:

 

Mencapai keseimbangan kehidupan kerja yang sehat membutuhkan pengelolaan kehidupan profesional dan pribadi kita secara berkelanjutan yang menjaga energi kita mengalir, pikiran dan tubuh kita sehat dan seluruh diri kita bahagia dan puas.

 

Itu berarti memberikan perhatian yang semestinya pada semua hal yang memperkaya dan memenuhi diri kita termasuk pekerjaan dan karir, kesehatan dan kebugaran, keluarga dan hubungan, spiritualitas, pengabdian masyarakat, hobi dan gairah, stimulasi intelektual, istirahat dan rekreasi.

 

Untuk sampai ke sana:

 

1. Lacak Waktu kamu

 

Menganalisis situasi kamu saat ini adalah langkah awal untuk mencapai kehidupan yang seimbang. Simpan catatan waktu dari semua yang kamu lakukan selama satu minggu, termasuk aktivitas yang berhubungan dengan pekerjaan dan pribadi. Data ini akan menjadi pembuka mata, membantu kamu memahami bagaimana kamu menggunakan — dan di mana kamu kehilangan — waktu kamu.

 

2. Tentukan Prioritas kamu

 

Luangkan waktu untuk merenungkan secara serius apa yang paling penting bagi kamu, dan buatlah daftar prioritas utama kamu di tempat kerja dan di rumah. Kemudian analisis audit waktu kamu dengan menanyakan pada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan kunci ini: Apa yang harus saya mulai lakukan? Berhenti melakukan? Terus lakukan? Lakukan lebih banyak? Lakukan lebih sedikit? Lakukan secara berbeda? (1)

 

3. Tetapkan Tujuan Spesifik

 

Ambil daftar prioritas kamu dan ubah menjadi tujuan yang konkret dan terukur. Blok waktu ke dalam jadwal kamu untuk kegiatan seperti yang kamu lakukan untuk pertemuan penting atau janji dengan dokter.

 

4. Jadwalkan dengan cermat

 

Orang-orang sukses merencanakan pekerjaan mereka dan kemudian mengerjakan rencana mereka. kamu memiliki satu kehidupan, jadi milikilah satu perencana kencan. Baik kertas atau elektronik, ini adalah kendaraan yang kamu gunakan untuk mengubah prioritas dan tujuan kamu menjadi kenyataan. Sisihkan 10 hingga 20 menit di awal setiap hari (atau malam sebelumnya) untuk merencanakan tugas dan aktivitas kamu untuk hari dan malam ke depan. (1)

 

5. Tetapkan Batas

 

Tetapkan batasan yang adil dan realistis tentang apa yang akan dan tidak akan kamu lakukan baik di tempat kerja maupun di rumah.

Komunikasikan batasan-batasan ini dengan jelas kepada supervisor, rekan kerja, pasangan, dan keluarga kamu. Misalnya, kamu mungkin berkomitmen untuk tidak bekerja lembur pada hari-hari tertentu kecuali ada krisis. Selain itu, sisihkan waktu di rumah di mana kamu tidak akan memeriksa atau menanggapi email atau pesan suara terkait pekerjaan.

 

6. Jaga Kesehatan

 

Kesehatan kamu harus selalu menjadi prioritas No. 1 kamu. Jika kamu tidak dalam kondisi yang baik secara fisik, mental, dan emosional, kehidupan kerja dan kehidupan pribadi kamu akan menderita. Jaga diri dengan makan makanan sehat (terutama sarapan pagi), olahraga minimal tiga kali seminggu dan tidur minimal tujuh jam per malam. Meskipun kamu mungkin berpikir kamu tidak punya waktu untuk menambahkan olahraga dan tidur ekstra di jadwal padat kamu, praktik ini menghilangkan stres, meningkatkan tingkat energi kamu, meningkatkan stamina kamu, meningkatkan kejernihan mental kamu, meningkatkan sistem kekebalan tubuh kamu, dan membuat kamu lebih bahagia. , orang yang lebih terlibat, dan lebih produktif.

 

7. Jalin hubungan dengan keluarga atau kerabat

 

Hubungan dengan keluarga, teman, dan orang yang dicintai, sejauh ini, merupakan sumber kepuasan batin terbesar. Jika pekerjaan atau karier kamu merusak hubungan pribadi kamu, kedua bidang tersebut pada akhirnya akan menderita.

 

8. Minum air putih

Tubuh kita memerlukan air atau cairan yang berguna dalam proses pencernaan, penyerapan zat atau nutrisi makanan untuk energi, sirkulasi darah, transportasi nutrisi, memproduksi cairan atau air ludah, serta mempertahankan suhu tubuh.

 

Oleh karena itu, kita perlu banyak mengonsumsi air agar tubuh tidak dehidrasi atau kekurangan air, yang bisa menyebabkan tubuh lemas, otot lemah dan kram, tidak fokus, serta meningkatkan risiko kelelahan.

 

Umumnya kita sering mendengarkan nasihat bahwa kita perlu minum air putih sebanyak 8 gelas air setiap hari atau setara dengan 1,5 liter. (2)

 

Namun, Institute of Medicine’s Food and Nutrition Board merekomendasikan bahwa wanita sebenarnya memerlukan 2,6 liter air setiap hari dan pria memerlukan sekitar 3,7 liter setiap hari. (2)

 

Itu tadi berbagai tips yang bisa kamu lakukan untuk memiliki work life balance yang lebih baik. Untuk mempermudah kamu menyampai work life balance, pastikan untuk selalu minum VIT air berkualitas yang bakal jaga kondisi kesehatan kamu dan tingkat fokus kamu dalam melakukan pekerjaan . VIT telah terjamin mutunya selama lebih dari 30 tahun dan telah melewati uji fisika, kimia, dan mikrobiologi melalui HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) di semua pabriknya untuk memastikan terpenuhinya standar kualitas yang telah ditetapkan. Dapatkan VIT di toko-toko terdekat sekitarmu atau e-commerce favoritmu.

 

Selalu sedia VIT di dalam ukuran botol maupun galon untuk menemani kegiatanmu sehari-hari!

 

 

Source:

 

  1. https://www.forbes.com/sites/deborahlee/2014/10/20/6-tips-for-better-work-life-balance/
  2. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/work-life-balance/art-20048134

 

add in about vit’s quality and production process, same as previous articles

By masbojo