Hampir semua kebutuhan hidup manusia saat ini mengandalkan uang untuk mencukupinya. Mulai dari kebutuhan untuk makan, tempat tinggal, kesehatan, pendidikan, dan masih banyak lagi. Itulah alasan mengapa banyak orang yang rela membanting tulang agar bisa mencukupi berbagai kebutuhan tersebut. Namun dalam menjalani hidup tidak akan lepas dari yang namanya resiko. Salah satunya resiko kerugian yang mengancam keuangan atau finansial kita. Untuk mengantisipasi hal ini terjadi, maka memiliki produk keuangan berupa asuransi menjadi sangat penting saat ini.

 

Dengan memiliki produk keuangan ini, akan membantu Anda dalam mengelola resiko-resiko kerugian yang mungkin terjadi akibat mengalami kejadian tertentu, seperti ketika sakit, tulang punggung keluarga meninggal dunia, mengalami kecelakaan, kehilangan, dan masih banyak lagi. Untuk memilikinya tidaklah terbatas pada usia maupun jenis kelamin. Namun jika Anda di dalam keluarga memiliki peran sebagai pencari nafkah, memiliki produk keuangan berupa asuransi ini sebaiknya dilakukan sesegera mungkin.

 

Agar mendapatkan perlindungan sesuai dengan ketentuan polis yang sudah disepakati, maka pemegang polis perlu melakukan berbagai kewajiban. Salah satu kewajiban yang paling mendasar adalah membayar premi sesuai dengan ketentuan isi kontrak polis. Selain membayar premi, ada hal lain yang harus Anda perhatikan untuk memastikan jika perlindungan yang diberikan terus berlaku atau agar polis tetap aktif. Caranya dengan melakukan hal-hal berikut ini:

 

1. Membayar premi tepat waktu.

Premi menjadi salah satu kewajiban yang harus dibayarkan oleh pemegang polis setiap bulan atau setiap jangka waktu tertentu. Premi menjadi konsekuensi dari kesepakatan mengenai pengalihan resiko finansial antara pemegang polis dengan perusahaan insurance. Agar polis tetap aktif atau berlaku, maka pemegang polis harus membayar premi sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam kontrak. Pembayaran bisa dibayar secara bulanan, triwulan, semester, atau tahunan, tergantung dari pilihan saat membeli polis.

 

2. Pastikan persyaratan klaim terpenuhi.

Agar mendapatkan perlindungan sesuai dengan yang diharapkan, maka pastikan saat mengajukan klaim sesuai dengan syarat dan ketentuan yang telah disepakati dalam kontrak. Mulai dari persyaratan dokumen, cara atau prosedur klaim, serta syarat penunjang lainnya. Sehingga ketika syarat dan ketentuan klaim sudah terpenuhi, manfaat perlindungan yang bisa didapatkan akan optimal.

 

3. Pahami apa saja yang termasuk dalam pasal pengecualian.

Ada beberapa pasal pengecualian yang biasanya terdapat dalam kontrak polis. Pasal pengecualian ini umumnya berupa daftar hal-hal yang dikecualikan dalam perlindungan polis. Mengajukan klaim yang masuk dalam kategori pasal pengecualian, maka resiko ditolak akan mungkin terjadi.

 

4. Hindari berbagai faktor yang menyebabkan polis batal.

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab pembatalan perlindungan. Sebagai contoh ketika seseorang memiliki produk perlindungan untuk jiwa, kematian dari tertanggung tidak akan berlaku polis-nya jika disebabkan karena bunuh diri, menderita penyakit HV/AIDS, dll. Maka dari itu, hindari berbagai faktor penyebab polis batal tersebut jika ingin mendapatkan manfaat perlindungan berupa uang pertanggungan.

 

5. Pastikan nilai tunai memadai.

Untuk jenis produk perlindungan yang memberikan fitur investasi juga di dalamnya, maka biasanya akan ada nilai tunai yang terbentuk dari investasi yang sudah dilakukan oleh si pemegang polis.

 

Itu tadi beberapa hal yang perlu diperhatikan agar polis tetap aktif. Dalam membeli produk keuangan berupa asuransi, membaca dan memahami isi polis sangatlah penting. Namun yang tidak kalah pentingnya lagi, pastikan Anda membeli produk perlindungan yang memang berkualitas seperti Astra Life. Selain karena memiliki banyak jenis produk perlindungan yang beragam, Astra Life juga memungkinkan Anda untuk memilih premi yang sesuai dengan kemampuan. Untuk informasinya sangat transparan, memiliki sistem klaim yang mudah, serta sudah terdaftar di OJK.

By masbojo