Sebagai generasi milenial, tentunya kita tetap harus sudah mulai melek investasi, dong? Nah, buat kamu para milenial sudah mulai berinvestasi belum, nih? Kalau belum, simak artikel ini ya ada yang cocok buat kamu!

Semakin hari, sudah mulai banyak generasi milenial yang melek investasi. Terlebih lagi didukung dengan banyaknya jenis investasi yang beredar di sekitar kita. Hanya saja, bagi para milenial yang baru mulai untuk berinvestasi sering bingung dan takut salah langkah. Namun, kebingunganmu bukan berati harus mengurunkan niat berinvestasi, ya.

Nah, buat kalian para milenial yang baru berencana untuk berinvestasi, berikut adalah beberapa investasi yang cocok buatmu. Namun, perlu diingat tetap perhatikan kondisi finansial kalian masing-masing, ya!

Reksadana

Buat kamu yang baru saja ingin memulai investasi, reksadana bisa menjadi pilihan yang tepat. Sebelum membahasnya, pernahkah kalian mendengar ungkapan bahwa reksadana adalah investasi milenial? Sebenarnya, itu ada benarnya, lho. Pertama, kamu dapat memulai dan mendaftarkannya dengan mudah, termasuk modal yang dikeluarkan juga tidak besar. Jadi, kamu bisa menyesuaikan dengan finansialmu.

Selain itu, kamu tidak akan mengurusnya sendiri karena akan dibantu oleh Manajer Investasi (MI). Kamu nggak akan pusing mengurus keuntungan, karena semua sudah diatur oleh MI. Selain itu, dengan reksadana kamu dapat memilih produk sesuai dengan profil risiko kamu.

Ada beberapa jenis reksadana yang bisa kamu pilih, contohnya seperti pasar uang, saham, dan pendapatan tetap, campuran, dan syariah. Setiap jenisnya tentu memiliki return dan risiko yang berbeda-beda. Jika kamu memilih yang minim risiko, tentunya return yang diberikan tidak sebesar yang berisiko. Jadi, tetap sesuaikan dengan kondisi finansialmu, ya.

Peer to Peer Lending (P2P)

Mengingat P2P diminati siapa saja termasuk milenial, tentunya kamu juga bisa ikut mencobanya. Sebelumnya, P2P adalah salah satu jenis investasi yang menjadi jembatan antara kamu sebagai investor kepada para peminjam untuk peminjaman modal dalam jangka waktu tertentu. Biasanya, uang kamu investasikan akan diselaurkan pada UMKM yang ada.

Kalau dibandingkan dengan reksadana sebenarnya, hampir sama. Berbicara tentang return, tentunya juga cukup menggiyurkan. Rata-rata, per tahunnya P2P Lending akan memberikan return sebesar 15%-20%. Namun, itu kembali pada perusahaan yang kamu pilih, ya.

Selain itu, risiko dari P2P Lending tidak terlalu tinggi. Umumnya, risiko yang mungkin akan kamu temui adalah kondisi di mana peminjam terlambat mengembalikan dana pinjaman. Sehingga, kamu harus benar-benar mencari perusahaan p2p lending paling aman yang terpercaya dan menyeleksi calon peminjamnya.

Emas

Bagi sebagian orang mungkin beranggapan investasi emas itu sedikit “terlambat”. Padahal, investasi ini sangat disarankan dan juga tepat bagi kamu para generasi milenial. Meningkatnya harga emas setiap tahunnya menjadi salah satu penyebab ini sangat cocok bagi investasi jangka panjang. Selain itu, masih ada beberapa kelebihan investasi emas yang bisa kamu pertimbangkan.

Salah satu contohnya investasi ini kebal pada inflansi, jadi nilai emas justru akan terus meningkat. Bahkan, ada kemungkinan meskipun terjadi inflansi, nilai emas akan terus meningkat tajam. Hal ini terjadi karena melemahnya nilai tukar mata uang. kemudian, dari situ menjadikan banyak orang memilih alat tukar lainnya namun dengan nilai yang sama. Tentunya ini berkaitan dengan sifat emas yang mudah sekali untuk dicairkan.

Kamu mungkin beranggapan untuk investasi emas sangat sulit karena membutuhkan modal yang besar. Sebenarnya, kamu tidak harus membelinya langsung besar, kok. Mulailah sedikit demi sedikit namun rutin setiap bulannya. Terlebih lagi sekarang kamu dapat membeli emas secara online dengan cara menabung sedikit demi sedikit. Contohnya seperti Pegadaian, Bukalapak, Tokopedia, dan beberapa lainnya. Pokoknya, lakukan riset terlebih dahulu agar investasimu tetap aman dan menguntungkan.

Selamat memulai investasi!

By masbojo